Sebuah foto yang bagus tidak muncul atau bisa diperoleh bagitu saja, padahal kita sudah menggunakan kamera atau
peralatan fotografi yang paling modern dan paling canggih.
Meskipun kamera fotografi sudah disinergikan dengan fasilitas kecerdasan buatan (AI), kamera ini tetaplah sebuah
mesin, lebih tepatnya sebuah mesin pintar.
|
|
Sebagai sebuah mesin, kamera tidak bisa berpikir dan memiliki perasaan, untuk mengambil inisiatif kreatif yang
lebih cenderung melibatkan emosi.
Inspirasi dan inisiatif adalah bagian integral dari kreativitas yang menjadi kemampuan manusiawi, yang tidak bisa
digantikan oleh kecerdasan buatan (AI).
|
Meskipun sepintas perekaman sebuah foto dilakukan dengan cepat, sebenarnya
mendapatkan sebuah foto yang bagus adalah suatu proses kerja yang sangat panjang yang dilakukan tahap demi
tahap seperti juga kita membangun sebuah gedung.
Dimulai dengan membangun fondasi, memasang tiang-tiang penyanggah, memasang dinding, atap gedung, serta
menyelesaikan eksterior dan interior bangunan.
|
|
Untuk membangun sebuah gambar foto yang menarik, kita juga harus memiliki blueprint untuk memberikan
gambaran tentang seluruh persiapan, tantangan pelaksanaan untuk mencapainya.
Pertama-tama kita harus menetapkan subjek yang menjadi tujuan bidikan, dan bagaimana bentuk gambar akhir yang
diinginkan, sebagikanya bisa divisualisasikan (digambarkan) minimal dalam gambar skets,
karena ini akan menentukan keseluruhan proses kreatif yang harus dilakukan.
|